sdf
sdfsdf
Selamat Datang di Blog ku author by: Cristal
pagi yang cerah di kaki gunung geulis dan sekitar nya, sumedang tampak cerah karena semalam di guyur hujan deras.
pagi ini pun aku beranjak kekantor, dengan riang berjalan melintasi lorong-lorong di gang mawar jatinangor, setibanya di tempat nunggu angkot, seperti biasa naik ke angkot dan duduk dengan manis nya desak-desak kan, himpit-himpitan, maklum bukan mobil sendiri :D ANGKOT gitu lohhhh ...
se-sampainya di terminal gede bage, perut ini tidak medukung krena belum sarapan kali yah, aku mencium aroma yang tidak asing yaitu ubi goreng, kalo disini namanya singkong!
tidak pikir panjang lagi aku langsung menghampiri dan berkata "Mang tiga rebu" wah dengan hati senang riang dan gembira saya berjalan, ingin makan ubi ini tapi ngga enak aja krena masih di jalan menuju Lingkungan Industri, sesampain nya di pintu gerbang Lingkungan Industri, aku memasukkan tangan ke dalam pelastik mengambil satu singkong yang panas nya lumayang bikin auh..auh..auh..
tidak sabar ingin memakan singkong ini, dengan buru-buru memasukkan ke mulut ... tiba-tiba ".... Masya Allah ini Singkong apa Sendal jepit sih :)) "
Tulisan dari
ekoprawiro
Pada
10:09 AM
1 Komentar
mau beri komentar?
Labels: my live and mood
Jumat, 08 Juni 2007,
Diintegrasikan ke Kurikulum Nasional
Oleh Suharyadi
Penderita HIV/AIDS terus meningkat. Laporan terakhir menyebutkan bahwa penderita
HIV/AIDS di dunia kurang lebih 39.5 juta orang. Sedangkan di Indonesia,
penderita HIV/AIDS sebesar 1,3 juta orang dengan jumlah paling banyak di daerah
Papua. Yakni, sekitar 30 persen dari jumlah penderita di Indonesia.
Selain itu, di antara sekian banyak penderita, ternyata para remaja yang
notabene merupakan generasi penerus bangsa, lebih banyak terjangkit.
Bagaimana hal itu bisa terjadi? secara langsung atau tidak langsung, penyebaran
penyakit dan virus tersebut kepada para remaja banyak melalui media-media
terlarang, baik oleh agama, hukum, atau budaya masyarakat. Misalnya, hubungan
seks di luar nikah, free sex, narkoba, dan suntik. Sebanyak 38 persen penderita
HIV/AIDS tertular karena narkoba.
Jumlah penderita yang meningkat secara signifikan itu mengundang banyak
perhatian dan usaha, baik dari pemerintah, LSM, maupun organisasi, untuk
mencegah penyebaran virus itu dan mengurangi penderita berikutnya. Misalnya,
penayangan iklan tentang HIV/AIDS di media elektronik dan media cetak, kampanye
anti-HIV/AIDS, penyebaran pamflet tentang bahaya HIV/AIDS dan lain-lain.
Namun, tampaknya, tingkat penderita HIV/AIDS tetap saja tambah hari semakin
meningkat. Apakah itu berarti usaha yang telah dilakukan kurang efektif atau
tidak tepat sasaran? Jika jawabannya ia, lantas, adakah cara lain untuk menekan
jumlah HIV/AIDS ini di negara kita? Tentu ada. Salah satu di antaranya adalah
mengintegrasikan topik HIV/AIDS ke kurikulum pendidikan nasional kita.
***
Di Indonesia, masalah HIV/AIDS bukan lagi masalah perorangan, kelompok, medis,
LSM, organisasi, atau pemerintah. Tapi. Itu sudah menjadi masalah mayarakat
umum. Sebab, hampir di seluruh daerah di Indonesia terjangkit virus yang
mematikan itu.
Karena itu, institusi pendidikan dan elemen -elemennya, termasuk siswa sebagai
komunitas, harus banyak dilibatkan di dalamnnya. Dan, yang paling penting adalah
bagaimana masalah HIV/AIDS menjadi bagian dari kurikulum nasional kita, terutama
kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).
Konkretnya, masalah HIV/AIDS menjadi salah satu topik yang harus ada di semua
mata pelajaran, tingkat satuan pendidikan (sekolah dasar hingga sekolah menegah
atas) dan harus diajarkan guru ke siswa dalam proses belajar mengajar.
Kurikulum nasional yang baru KTSP dirancang untuk disesuaikan dan
diimplementasikan pada unit pendidikan kabupaten dan tingkat sekolah.
Prinsip utama kurikulum bahwa kurikulum itu harus terpusat pada siswa atau anak
(students-centered) - memfokuskan pada potensi, kemampuan, kebutuhan, dan
situasi individu siswa- memastikan kesejahteraan mereka. Pendekatan inklusif dan
ramah anak membuat integrasi pencegahan HIV dan respons terhadap AIDS di
berbagai mata pelajaran menjadi lebih efektif.
Dalam hal ini termasuk fakta-fakta, konsep-konsep, masalah-masalah, dan isu
relevan lain yang dihadapi siswa, sekolah, dan masyarakat dalam kaitannya dengan
HIV dan AIDS ke dalam kurikulum baru merupakan bagian dari strategi nasional
yang lebih luas untuk mengurangi risiko infeksi HIV di antara siswa di sekolah.
***
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kaitannya dengan cara pengintegrasian
isu HIV/AIDS ke dalam kurikulum. Pertama, mencari fakta-fakta, konsep-konsep,
dan informasi lain tentang AIDS, HIV, dan infeksi menular seksual lain,
khususnya yang memfokuskan pada: (a) Hubungan antara narkoba dan bentuk lainnya
dari penyalahgunaan zat terlarang dengan HIV dan AIDS, (b) Dampak penyalahgunaan
narkoba, HIV, dan AIDS pada kehidupan anak serta pemuda yang terjangkit atau
terkena pengaruhnya.
Kedua, memilih isi yang berkaitan dengan narkoba, pencegahan HIV, dan respons
AIDS yang dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran reguler di berbagai mata
pelajaran. Ketiga, menetapkan tujuan (goals) pengajaran menurut target untuk
tiap mata pelajaran tanpa mengurangi isi dan pesan tentang pencegahan HIV dan
respons AIDS.
Keempat, menyesuaikan isi menurut kemampuan, usia, dan kematangan siswa. Kelima,
mengembangkan minat kegiatan belajar dan mengajar tanpa mengurangi target untuk
mata pelajaran serta isi dan pesan tentang pencegahan HIV dan respons AIDS.
***
Walaupun belum banyak yang melakukan, ada beberapa daerah yang mulai memasukkan
topik HIV/AIDS untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum satuan pendidikan.
Misalnya, Pemerintah Kabupaten Merauke dan Biak, Provinsi Papua, bekerja sama
dengan Dinas Pendidikan setempat mulai memasukkan pelajaran mengenai seluk-beluk
HIV/AIDS dan penyakit menular lain dalam kurikulum pendidikan tahun ajaran ini
(2007/2008).
Materi tentang HIV/AIDS, sebagai bahan mata pelajaran muatan lokal di sekolah,
akan diajarkan mulai sekolah dasar hingga SMA/SMK, dengan tujuan agar siswa
memperoleh berbagai pengetahuan tentang penularan HIV/AIDS dan tata cara
pencegahannya.
Tulisan dari
ekoprawiro
Pada
2:06 PM
1 Komentar
mau beri komentar?
Labels: aids-ina
Tulisan dari
ekoprawiro
Pada
1:04 PM
1 Komentar
mau beri komentar?
Labels: lomba-lomba
setting networking on linux kalo memakai GUI enak sih hanya kalo untuk mobilitas wahahah angkot kale, buat biar lebih cepet dan tokcer yang mau tidak mau edit script lewat shell atau make text editor waaaaaaa tidakkkkk
@Script interface
//ada 3 file
//- interface cobfiguration
//- interface control
//- network function
#/etc/sysconfig/network-scripts
@setting host resolve
#/etc/hosts
127.0.0.1 localhost.eko.com localhost
192.168.1.1 server1.eko.com server1
192.168.1.2 proxy.eko.com proxy
@search domain
# /etc/resolv.conf
// informasi resolver nya
domain eko.com
search eko.com
nameserver 192.168.1.2
@jaringan public ke internet
# /etc/sysconfig/network
//mengarahkan server ke router koneksi ke internet
NETWORKING=yes
HOSTNAME=proxy.eko.com
GATEWAY=192.168.1.2
@setting interface jaringan
# /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-
@1.interface ethernet
# /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
// eth0 adalah lan card pertama, eth1 adalah yang kedua dst
DEVICE=eth0
BOOTPROTO=none
ONBOOT=yes
NETWORK=192.168.1.0
NETMASK=255.255.255.0
IPADDR=192.168.1.1
USERCTL=no
//untuk setting DHCP maka isi script seperti ini
DEVICE=eth0
BOOTPROTO=dhcp
ONBOOT=yes
//isi dari BOOTPROTO
- none : tidak menggunakan protocol
- bootp : menggunakan protocol boot-time BOOTP
- dhcp : menggunakan protocol DHCP
@2.interface dial-up
// ppp0 adalah dial-up pertama, ppp1 adalah yang kedua dst
# /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-ppp0
// jika menggunakan dialup modem maka masukkan user dan password nya
// begitu juga untuk speedy
DEVICE=ppp0
NAME=test
WVDIALSET=test
MODEMPORT=/dev/modem
LINESPEED=115200
PAPNAME=test
USERCTL=true
ONBOOT=no
PERSIST=no
DEFROUTE=yes
PEERDNS=yes
DEMAND=no
IDLETIMEOUT=600
@3. interface lain nya
- ifcfg-lo = pengaturan ip loopback
- ifcfg-irlan0 = pengaturan infra merah
- ifcfg-plip0 = pengaturan plip
- ifcfg-tr0 = pengaturan token ring
@scrip kendali interface
// digunakan untuk meng aktif atau me non aktif kan interface
# /etc/rc.d/init.d/network aksi atau
# /sbin/service/network aksi atau
# service network aksi
// aksi nya
- start
- stop
- restart
@memberikan ip tanpa mengubah script ifcfg-eth0
# ifconfig eth0 192.168.1.3 netmask 255.255.255.0
// scrip ini hanya digunakan sementara dan akan hilang jika komputer di restar
// cara agar perintah di atas tidah hilang jika restart maka tuliskan perintah nya di
# /etc/rc.d/rc.local
Penting juga nih
# ping
# ifconfig
Tulisan dari
ekoprawiro
Pada
4:26 PM
0
Komentar
mau beri komentar?
Labels: komputer dan internet
Internet Mendidik atau Merusak?
Ini adalah pertanyaan yang sering di lontarkan baik dalam seminar maupun karya karya tulis temporer, dalam sudut pandang edutainment internet adalah ladang dari education and intertainment, dalam sudut pandang information - internet adalah ladang informasi, nah dalam sudut ciber crime internet adalah ladang dari kriminalitas, lantas apakah internet mendidik atau merusak?
Perkembangan Jiwa Anak Degan Pendidikan Internet
anak dalam masa pertumbuhannya cenderung ingin mengetahui segala sesuatu yang ia tangkap dan akan mencermati nya, dengan perkembangan internet sekarang sering kita jumpai sekolah sekolah dan play group yang mengajarkan seorang anak pengenalan akan internet, mereka dikenal kan dengan elektronik mail bahkan game online, dan sebagian besar anak anak ini boleh dikata sangat lihai dalam mencari informasi di internet dengan search engine, pendidikan akan internet terhadap anak sangat lah riskan tetapi sangat perlu, disinilah peran orang tua atau pengajar sebagai pengawas, dan sejauh ini telah banyak produk software firewall yang digunakan untuk membatasi gerak anak dalam browsing
Memang, sebuah teknologi itu tidak boleh di pandang sebelah mata saja. Ia bisa bermanfaat, bisa saja menjerumuskan, trutama bagi anak-anak. Internet akan menjadi sangat bermanfaat, bila digunakan dengan baik, dan menjadi merusak, bila digunkan secara tidak baik.
Anak-anak kita, bila besar nanti, akan berada dimana internet sudah menjadi kebutuhan sehari hari. Karenanya, pengenalan komputer kepada mereka bukan hanya bagaimana secara teknis mengoperasikan komputer, melainkan juga mengenalkan apa itu internet dan manfaatnya bagi kehidupan mereka. Tetapi sebenarnya bukan hanya untuk mereka pendidikan itu, melainkan juga untuk orang tua mereka sebagai pendidik.
Pendidikan yang Mendidik dengan Internet
internet layak nya sebuah perpustakaan atau gudang maya yang sangat besar, dimana kita bisa mencari informasi tentang apa saja lewat bantuan search engine maka semua informasi bisa lebih optimal dalam mencarinya, banyak siswa maupun mahasiswa di dunia ini tergantung dengan internet ini, bahkan ada beberapa universitas yang berbasis internet mulai dari registrasi mahasiswa baru sampai pengumuman hasil test nya.
Berbicara tentang pendidikan kita akan terpikir akan sekolah, sekolah formal adalah sekolah dimana kita bertemu dengan guru, teman, dan tugas-tugas. di internet terdapat juga sekolah online dan bahkan ada yang memberikan sertifikasi layak nya ijazah seperti sekolah formal contoh nya microsoft, Oracel dan Cisco dengan gelar CCNA, CCNP dll.
Ada juga sekolah online yang sekedar memberikan ilmu secara cuma-cuma bahkan memberikan modul berbentuk cd secara gratis dan memberikan fasilitas untuk bertukar pikiran yang berbentuk miling list dimana setiap anggota dapat melontarkan pertanyaan nya dan disana banyak para pakar yang siap menjawab nya dengan senang hati, seperti www.ilmukomputer.com , www.cyberphreaking.com , www.yogyafree.net dan www.echo.or.id
nah komunitas-komunitas ini lah yang akan menjadi semacam kegiatan ekstrakurikuler, dalam meng iT kan masyarakat indonesia, mereka tidak segan-segan mengajarkan berbagai macam ilmu kepada anak bangsa dan itu tanpa di pungut biaya sepeser pun bahkan mereka membagikan modul-modul baik dalam bentuk compac disc (cd) atau soft copy secara cuma-cuma, walau ada sebagian orang mengenakan penggantian cd seharga 5000 perak
upaya pemerintah pun dengan mengadakan program IGOS (Indonesia Go to Open Source) ini semata-mata karena perkembangan dan kebutuhan akan pendidikan iT di indonesia dan terhindar dari ilegalitas suatu software, masyarakat membudayakan tidak malu-malu terhadap pelanggaran HAKI, dan indonesia pun menjadi catatan panjang sebagai negara pembajak sofware terbesar di dunia.
Internet dan kebebasannya
sekarang ini sangat marak peredaran video video porno lewat hp yang di publikasikan ke internet bahkan kehadiran situs situs porno dan komunitas nude baik melalui miling list maupun forum, bahkan forum pertukaran informasi tempat pijat [plus-plus] atau komunitas under ground service dan yang sejenis misalnya, indonesia adalah salah satu tempat perkembangannya, begitu marak nya bahkan pertukaran informasi itu peredaranya sangat cepat dan sudah menjadi rahasia umum berbisik di microfon :D, inilah internet dan kebebasanya jika kita pribadi tidak tanggap dalam menyikapi kita pun adalah korban empuk.
Kriminalitas Maya
internet adalah tempat paling sibuk di dunia mulai dari tempat berbelanja e-comerce bahkan sampai live stile dan hoax atau brita bohong.
kriminalitas di internet atau Cyber Crime semua orang juga tahu, seperti apa bentuk nya, berbagai sindikat mulai dari penipuan sampai perampokan nasabah bank sewaktu melakukan transaksi, kita mungkin sering mendengar dalam duania hackers istilah sosial enginering atau teknik sosialisasi dengan membuat sebuah halaman bohongan yang telah di modifikasi dan akan mengirim informasi user dan passwor login kita ke sang hackers, sudah banyak para nasabah yang kehilangan hak akses login ke rekening mereka hanya krena mengakses internet bank-ing nya di warnet.
mungkin kita semua masih ingat kasus penghitungan hasil pemilu secara online, seorang anak bangsa bernama Dani Firmansyah pengelola Xnuxer lab, telah membobol situs KPU dengan mengganti nama nama partai dan hasil pemilihan umum itu, dani firmasyah mengunakan trik XSS (Cross Site Scripting), SQL Injection dan DNS poison-ing yaitu dengan memanfaat kan kesalahan kecil pada script php dan sql sintaks nya, dan itu sangat fatal, lantas bagai mana?, timbul pertanyaan kita lagi apakan aman internet itu? berbicara aman atau tidak tergantung dari segi pemahaman kita, kejahatan ada jika ada kesempatan :D.
Om Susanto atau lebih di kenal dengan sebutan s'to adalah seorang hackers indonesia dan seorang penulis hebat bekata dalam buku nya, "saya bercita-cita menjadi seorang perampok bank", tetapi hati nurani saya berkata "mereka dengan jerih payah mencari uang itu lalu saya merampok dengan mudah" dengan tekat itu om s'to membentuk jasakom dan mengumpulkan anak bangsa bersatu memajukan dunia hackers indonesia, bukan untuk menjadi perampok tetapi membentuk perisai untuk melindungi diri dari serangan, tetapi itupun bisa menjadi pisau bermata dua, lantas bagai mana sekarang tergantung diri saya dan anda.
Tulisan dari
ekoprawiro
Pada
11:33 AM
2
Komentar
mau beri komentar?
Labels: komputer dan internet, lomba-lomba